Dengan banyaknya deadline, otomatis harus dilakukan penjadwalan ulang.. Dan akhirnya terpaksa kukorbankan kegiatan menulis dan membaca buku. Paling tidak untuk 3 minggu ini. Hmmm.. Walaupun capek n pegel, alhamdulillah tetap bisa menikmati semua deadline itu, sedang on fire. Bisa menghabiskan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat adalah kepuasan tersendiri. Setiap ujian dan cobaan pun mulai bisa kunikmati sebagai salah satu proses dalam pembentukan diri. Tapi yang jelas ya gak mau kalau sampai nanti kerja harus nglembur dari jam 7 pagi sampai jam setengah 12 malam. Kasian anak istri dan keluarga.. He2..
Kembali ke judul, belakangan ini aku cukup disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan aneh yang muncul di layar HP. Kebanyakan dari teman-teman SMA, ada juga sih dari anak-anak BEM’08. Kok bisa orang-orang pada nanya hal-hal kaya gini. Beberapa pertanyaan sederhana tapi mak nyuss. Harus mikir-mikir buat jawab pertanyaan mereka. Gak Cuma lewat HP sih, ada juga yang bertanya langsung pas ketemu. Ngek-ngok, kenapa harus aku yang ditanya, saya bukan ustadz atau psikiater. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain :
1. Apa hukumnya seorang muslim yang hadir ke pernikahan temannya yang non muslim di gereja dan menjadi saksi pernikahan temannya itu di depan pastur.
2. Kenapa sih, Allah menciptakan perbandingan laki-laki dan wanita di dunia ini 1 : 5? Kan kasian yang wanitanya, ada yang gak dapat jodoh. Kalau mau dapat jodoh harus mau dimadu. Kenapa Allah gak menciptakan perbandingannya seimbang?
3. Mas, apa sih artinya hidup kita ini? kenapa kita harus berbuat baik? Kenapa kita harus bertindak demi kepentingan umum/bersama? Apa untungnya bagi kita?
4. Bagaimana caranya menghilangkan kemalasan dalam diri kita? Pada saat kuliah ini saya jadi malas-malasan dan tidak punya tujuan hidup. Cita-cita belum jelas. Kadang-kadang hidup terasa hampa. Cara mengatasinya gimana mas?
5. Bagaimana sikap kita sebagai seorang pemimpin, jika anggota kita kebanyakan orang-orang yang oportunis? Mau ambil keuntungan sendiri? Jadi pemimpin yang baik tu gimana mas?
6. Bagaimana dengan nasib orang-orang pedalaman yang tidak sampai syiar islam kepadanya? Orang-orang seperti itu nanti masuk surga apa neraka ya?
Sebenarnya masih banyak pertanyaan-pertanyaan aneh, tapi gak mungkin semua ditulis di sini. Kebanyakan..... Kujawab sebisanya aja.. (maaf kalau jawaban saya kurang memuaskan)..
Intinya saya cukup kagum dengan orang-orang yang bertanya-tanya tersebut. Begitu besar kemauan mereka untuk menemukan jati diri mereka serta kebenaran dengan usaha dan cara mereka sendiri. Selama ini, kebanyakan orang islamnya cuma warisan dari orangtua, jarang yang mau mempelajarinya secara lebih mendalam.